01Nov
Berita Dilihat 100 Kali

FGD Tiga Negara, Untag Surabaya Perkuat Langkah Internasionalisasi


Ekonomi Pembangunan bersama Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat Rektorat Gedung R. Ing. Soekonjono lantai tiga, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan tiga akademisi dari tiga negara, yakni Prof. Ian Buchanan dari University of Wollongong (Australia), Prof. Dr. Jessie Barot dari National University (Filipina), dan Prof. Dr. I Ketut Artawa dari Universitas Udayana (Indonesia). FGD ini menjadi tindak lanjut dari konferensi internasional Cultural Dialogues: English Studies in a Globalized World yang baru saja digelar di Untag Surabaya.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat misi internasionalisasi kampus. “Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi penelitian, publikasi bersama, dan program pertukaran mahasiswa,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Prof. Dr. Jessie Barot menyambut baik peluang kerja sama lintas negara yang dijajaki Untag Surabaya. “Sebagai Kepala Divisi Penelitian di National University Filipina, saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Untag Surabaya. Kegiatan ini menjadi kesempatan baik untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring riset antarnegara,” katanya.

Ketua Badan Kerja Sama Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., mengungkapkan bahwa kampus telah memiliki sejumlah kolaborasi internasional yang aktif. “Kami telah menjalin kerja sama dengan universitas di Thailand, Jepang, dan Malaysia. Mahasiswa kami magang di luar negeri, sementara dosen kami terlibat dalam penelitian lintas negara. Ke depan, kami berharap kerja sama ini semakin luas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Prof. Ian Buchanan dari University of Wollongong menekankan pentingnya penelitian yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. “Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam kolaborasi ini, terutama jika mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs),” jelasnya.

Prof. Dr. I Ketut Artawa menambahkan bahwa keberhasilan kolaborasi internasional berawal dari hubungan personal yang baik antar akademisi. “Dengan saling percaya dan komunikasi yang terjalin erat, peluang bekerja sama dengan universitas ternama akan semakin terbuka,” ujarnya. Melalui FGD ini, Untag Surabaya menegaskan posisinya sebagai kampus nasionalis yang berorientasi global, siap memperkuat kolaborasi riset internasional dan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Untag Surabaya